-->

Benarkah Wanita Berkumis Memiliki Nafsu Tinggi? Yuk Cari Tahu Disini!

Jangan Dulu Nge-Judge Kalau Mereka Nafsuan, Plis!

Bulu halus di wajah lazim dijumpai pada pria dewasa atau biasa disebut kumis. Beberapa wanita juga ada yang memiliki bulu-bulu tipis di atas bibir ini. Tumbuhnya kumis tipis pada wanita seringkali juga memunculkan mitos seputar gairah seksual mereka. Benarkah?

Kumis tipis pada wanita terjadi karena beberapa faktor, misalnya kelainan genetik pada kelenjar adrenal, atau adanya tumor di indung telur atau kelenjar adrenal. Kondisi ini sebenarnya sama dengan beberapa karakteristik seksual sekunder manusia, seperti halnya tumbuhnya kumis pada pria.

Pertumbuhan kumis ini secara khusus dipengaruhi hormon jenis steroid yang bernama androgen, yang memang lazimnya lebih banyak dimiliki oleh pria. Di beberapa kasus, ada wanita yang memiliki hormon androgen dalam jumlah yang berlebihan, sehingga merangsang pertumbuhan kumis dan beberapa hal yang bersifat maskulin lain. Selain itu, penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid, atau punya kebiasaan berolahraga berlebihan, juga dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon androgen.

Ada mitos, wanita yang memiliki banyak bulu, berarti punya libido tinggi. Apakah ada kaitannya dengan kondisi ini? Bila sudah didiagnosis wanita androgenik, karena kelebihan androden, dalam hal ini testoteron, Anda memang bisa memiliki libido lebih tinggi ketimbang wanita yang tingkat androgennya normal.

Tapi, ada juga pendapat bahwa kondisi itu tidak berpengaruh dengan libido seseorang. Tumbuhnya bulu halus tersebut dipengaruhi oleh hormon androgen pada pria dan progesteron pada wanita, yang tidak berkaitan dengan dorongan seksual manusia.

Lupakan soal libido, karena faktanya, gak sedikit cowok yang justru kumis tipis dinaggap sebagai daya tariknya. Bisa dibilang wanita berkumis itu, spesial di mata sejumlah lelaki dan apakah betul wanita berkumis juga memiliki nafsu tinggi?

Fakta Cewek Berkumis.

1. Ternyata bulu itu ada dua jenis

Pada dasarnya bulu terbagi ke dalam dua jenis, yakni bulu halus (bulu vellus) dan bulu kasar (bulu terminal). Keduanya memiliki fungsi berbeda. Bulu halus berfungsi untuk menjaga suhu badan, sedangkan bulu kasar berupa rambut kasar itu tumbuh di kepala atau kaki cowok. Pertumbuhan kedua bulu itu dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu androgen dan testosteron.

2. Penyebab kumis tipis pada wanita

Kumis tipis pada wanita itu timbul disebabkan tingginya aktivitas hormon androgen saat pubertas. Hormon androgen ini merupakan hormon pemicu tumbuhnya bulu-bulu pada tubuh. Produksi hormon androgen pada wanita dan pria juga berbeda yakni 1:10. Di tubuh wanita, hormon ini fungsinya buat pembentukan estrogen yang bakal menghambat pengeroposan tulang. Tak Cuma itu horman ini buat penyeimbang perasaan dan penambah gairah.

3. Cewek berkumis punya nafsu tinggi, ternyata tidak benar

Pandangan di masyarakat bahwa wanita berkumis itu nafsuannya sangat tinggi atau gairahnya yang lebih besar. Padahal itu hanyalah mitos. Memang pertumbuhan bulu disebabkan adanya hormon testosteron namun pengaruhnya sangat kecil jika dikaitkan dengan gairah seksual wanita. Jadi bisa dikatakan wanita berkumis punya nafsu tinggi itu tidak benar.

4. Siklus haidnya tidak teratur dan susah hamil

Berdasarkan keterangan seorang dokter SpOG dari Siloam Hospital, Jakarta, dr Hendro Sudarpo mengatakan bahwa wanita yang berkumis, bulu lebat, dan siklus menstruasinya tidak teratur termasuk ciri wanita yang memiliki penyakit Polycystic Ovary Syndrome. Penyakit yang bisa disebabkan reproduksi wanita alami gangguan hingga susah memiliki anak.

Apa penyebab cewek berkumis?


Seperti dilansir sehatq, dalam dunia medis, kondisi penyebab tumbuhnya kumis tipis di wajah dan bagian tubuh tertentu pada seorang wanita disebut hirsutisme.

Selain kumis, wanita yang mengalami hirsutisme juga dapat mengalami pertumbuhan rambut pada bagian tubuh lainnya, seperti dagu, dada, perut, lengan, dan punggung. Alih-alih halus, rambut yang tumbuh tersebut bertekstur kasar dan berwarna gelap.Melansir American Family Physician, penyebab paling umum dari hirsutisme adalah sindrom ovarium polikistik atau PCOS (polycystic ovary syndrome). PCOS adalah penyebab dari tiga dari setiap empat kasus hirsutisme.

PCOS membuat wanita mengalami ketidakseimbangan produksi hormon androgen. Hormon androgen adalah hormon yang memicu pertumbuhan karakteristik seks sekunder laki-laki, seperti kumis dan jenggot.

Hormon ini umumnya lebih banyak dimiliki pria, sementara tubuh wanita secara alami menghasilkan androgen dalam jumlah yang sangat sedikit.

Wanita dengan PCOS juga memiliki masalah jerawat, menstruasi tidak teratur, diabetes, kenaikan berat badan, dan kesuburan.Kendati demikian, ada beberapa kondisi medis lain yang dapat menyebabkan wanita jadi berkumis, yakni:

1. Faktor genetik

Terkadang, cewek berkumis disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Ya, apabila Anda memiliki keluarga kandung, seperti ibu dan saudara perempuan yang berkumis, maka kemungkinan besar Anda akan mempunyai kondisi yang serupa.Cewek berkumis juga umum dialami oleh para perempuan dari Asia Selatan, Timur Tengah, dan wilayah Mediterania.

2. Peningkatan hormon testosteron

Penyebab wanita berkumis lainnya adalah peningkatan hormon. Munculnya kumis atau banyak tumbuh rambut pada tubuh wanita juga dapat disebabkan oleh tingginya jumlah testosteron (androgen) di dalam tubuhnya.Hormon testosteron normalnya berjumlah lebih banyak pada pria, dan berjumlah sedikit pada tubuh wanita. Ketika jumlah hormon testosteron banyak, maka menyebabkan kondisi hirsutisme.Peningkatan hormon androgen dan kondisi hirsutisme umum terjadi pada wanita yang mempunyai :
Sindrom Cushing, yaitu suatu kondisi di mana Anda memiliki kadar hormon stres kortisol dalam jangka waktu yang lama. Tumor yang terletak pada kelenjar adrenal atau ovarium.

3. Perubahan hormon

Perubahan hormon saat menopause dapat menyebabkan munculnya rambut pada tubuh. Tak heran jika wanita yang mengalami perubahan hormon saat menopause akan berkumis.

4. Penggunaan obat-obatan.

Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh. Akibatnya, perempuan bisa memiliki rambut di wajah atau tubuhnya. Jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan perubahan hormon, antara lain :

    Obat hormon, seperti steroid anabolik
    Obat yang memicu pertumbuhan rambut, seperti minoxidil
    Obat yang berisi hormon testosteron
    Danazol, untuk mengatasi endometriosis
    Glucocorticoid
    Cyclosporine
    Phenytoin

5. Kondisi kesehatan lainnya

Wanita berkumis juga dapat disebabkan oleh kondisi medis serius lainnya, seperti gangguan kelenjar adrenal atau ovarium.Jika dirasa cukup mengganggu penampilan, kondisi tumbuhnya banyak rambut pada wajah dan tubuh sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Umumnya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan, MRI, atau USG, pada ovarium dan kelenjar adrenal untuk mendeteksi apakah terdapat kista atau tumor pada kedua organ tersebut. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik serta tes darah yang bertujuan memeriksa kadar hormon Anda.

Mulai sekarang hilangkan ya pikiran negatifmu soal cewek berkumis tipis. Kalau diperhatikan lagi, sebenarnya mereka punya kelebihan. Apa tuh? Mereka punya aura kecantikan yang beda dari kebanyakan cewek loh.

Gak cuma itu, senyuman mereka makin manis meski ada kumis tipis. Cewek ini juga terbilang sabar, kenapa? Soalnya gak sedikit kan mereka sering dapat cibiran orang sekitarnya hanya karena kumis tipis yang dimiliki.

Nah, setelah kamu tahu fakta kebenaran soal cewek berkumis tipis masih berpikiran negatif? Gak ada yang benar dengan mitos yang berkembang di masyarakat. Justru mereka terlihat cantik dengan keunikan yang dimiliki.

Anda mungkin menyukai postingan ini

  1. Untuk menyisipkan sebuah kode gunakan <i rel="pre">code_here</i>
  2. Untuk menyisipkan sebuah quote gunakan <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image">url_image_here</i>

DMCA.com Protection Status

Page Load Time...