Pantangan Wanita Hamil Menurut Mitos Jawa , kamu Percaya? -->

Pantangan Wanita Hamil Menurut Mitos Jawa , kamu Percaya?

Mitos wanita hamil
pinkylova

Moment kehamilan merupakan moment yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami istri yang akan memiliki buah hati. Saking bahagianya, beberapa orang bahkan rela melakukan apapun demi menjaga kehamilan tersebut agar senantiasa sehat, aman dan nyaman.

Bagi pasangan suami istri dari Jawa, demi menjaga kehamilan tidak hanya dilakukan dengan menjaga kesehatan dan keamanan kandungan, tetapi juga menghindari segala hal yang menjadi larangan bagi wanita hamil menurut adat Jawa. Selain istri yang menghindari segala larangan ini, sang suami pun tak ketinggalan untuk ikut menghindarinya.

Menurut data yang telah penulis kumpulkan dari berbagai sumber bahwa pantangan-pantangan bagi seorang wanita hamil adalah sebagai berikut:

  • Aja nggeguyu (ngenyek) wong cacat, amarga cacate wong kuwi bisa numusi neng anake. [Jangan mentertawakan (melecehkan) orang cacat, karena cacatnya orang itu bisa menurun pada anaknya].

  • Aja ngunek-uneke wong. [Jangan memaki orang].

  • Aja mangan utawa adus ing wayah wengi, mundhak anake gampang kena sawan. [Jangan makan atau mandi di waktu malam, karena dapat menyebabkan si anak kelak bakal mudah terkena sawan].

  • Aja asring susah lan nangis, mundhak anake dadi gembeng. [Jangan sering bersedih dan menangis, karena akan menyebabkan anaknya jadi cengeng].

  • Aja nyogokake kayu sajroning luweng kanthi bongkote luwih sikik, mundhak anake bakal lair kanthi sikile luwih sikik. [Jangan memasukkan kayu bakar ke perapian dengan pangkalnya terlebih dahulu, karena anaknya bakal lahir sungsang].

  • Aja mangan kembang gedhang, mundhak anake tansaya suwe tansaya cilik. [Jangan makan sayur jantung pisang, karena anaknya nanti semakin lama semakin kecil].

  • Aja mangan iwak lele, mundhak anake gedhe lan angel laire. [Jangan makan ikan lele, karena menyebabkan si anak yang berukuran besar akan susah lahirnya].

  • Aja mangan iwak dhempet. [Jangan makan ikan dempet, karena nanti anaknya lahir kembar siyam].

  • Aja mangan urang utawa yuyu. [Jangan makan udang dan kepiting].

  • Aja mangan kweni lan duren, amarga bisa keguguran. [Jangan makan buah kweni dan durian, karena bisa keguguran].

  • Aja nutupi bolongan utawa leng. [Jangan menyumbat lubang atau liang].

  • Aja mateni kewan. [Jangan membunuh hewan (binatang)].

  • Aja midak telek. Jangan menginjak kotoran binatang.

  • Yen lagi mlaku-mlaku weruh pincuk, uculana bitinge. [Kalau sedang berjalan-jalan melihat conthong (terbuat dari daun pisang), maka lepaslah biting (pelengkap pembuat contong yang terbuat dari lidi atau bambu dengan ukuran antara 5-7 cm)-nya].

  • Larangan-larangan tersebut mungkin hanya sekadar mitos. Mau percaya atau tidak, tentunya kalian sendiri yang memutuskan. Namun jika ditelaah lebih lanjut, beberapa dari mitos tersebut memang memiliki alasan yang cukup bagus.


    Kajian pantangan Mitos Kehamilan Wanita Jawa


    mitos wanita hamil
    @riomotret
    Apabila mengkaji pantangan-pantangan bagi wanita hamil di muka, kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat pantangan-pantangan yang masuk akal (rasional), namun pula terdapat pantangan-pantagan yang tidak masuk akal (irasional). Sekalipun demikian, pantangan-pantangan yang terkesan irasional itu menjadi rasional apabila ditangkap sebagai nasihat simbolik. Nasihat Jawa yang menggunakan pasemon.

    Dari seluruh pantangan di muka, terdapat beberapa pantangan yang masuk akal bila dikaji secara psikologis. Misal seorang wanita hamil tidak boleh melecehkan orang cacat, mencaci-maki orang, membunuh hewan, dan berseduh atau menangis. Karena kepribadian atau kebiasaan yang buruk ini akan berimbas pada kepribadian bayi sewaktu masih berada di dalam kandungan.

    Sebaliknya kepribadian baik serta kedamaian suasana batin pada wanita hamil yang dipupuk melalui meditasi, berdizikir, atau mendengarkan musik klasik dapat memberikan pengaruh positif pada bayi di dalam kandungan.

    mitos ibu hamil
    @riomotret

    Di samping itu, terdapat sejumlah pantangan yang rasional apabila ditilik dari ilmu kesehatan. Misal wanita hamil tidak diperbolehkan makan dan mandi di malam hari atau makan kweni dan durian. Tidak boleh makan di waktu malam, karena wanita tersebut akan rentan dengan penyakit pencernaan. Tidak boleh mandi malam, karena wanita tersebut akan mudah terkena penyakit rematik. Tidak boleh makan kweni dan durian, karena kedua buah tersebut bisa menyebabkan bayi mengalami keguguran.

    Perihal ikan lele, udang, dan kepiting yang tidak boleh dimakan oleh wanita hamil memang ada benarnya namun ada salahnya. Ada benarnya, karena lele, udang, dan kepiting merupakan ikan-ikan berkolesterol tinggi, sekalipun ikan-ikan tersebut memiliki kandungan protein yang baik bagi tubuh. Sekadar referensi saja, bahwa wanita-wanita Israel selalu menyantap ikan saat hamil. Namun ikan yang disantap bukan ikan besar dengan kepalanya sudah mengandung merkuri, namun ikan laut berukuran kecil yang sangat baik untuk bayi di dalam kandungan.

    Hal yang paling menarik dari seluruh pantangan di muka, yakni terdapat beberapa pantangan yang disampaikan dengan bahasa pasemon. Karenanya, pantangan-pantangan tersebut terkesan tidak irasional. Pantangan-pantangan yang bersifat pasemon tersebut, antara lain: 
      Pertama, jangan memasukkan kayu bakar ke perapian dengan pangkalnya terlebih dahulu. Artinya, wanita hamil harus belajar hidup bahwa segala sesuatu hendaklah dimulai dari sesuatu yang kecil-kecil untuk mencapai sesuatu yang besar. Pengertian lain, seorang wanita hamil harus belajar pada air yang mengalir dari hulu hingga hilir (muara). Itulah proses yang benar di dalam mencapai tujuan, yakni melahirkan bayi dengan selamat.

      Kedua, jangan memakan sayuran jantung pisang. Artinya, wanita hamil tidak boleh berimajinasi buruk bahwa anak yang bakal dilahirkan suka menggantungkan hidupnya pada orang tua. Pengertian lain, anak tersebut harus bisa mandiri. Karena hanya dengan kemandirian, anak itu kelak akan dapat mengembangkan dirinya dengan baik sebagai manusia yang berguna.

      Ketiga, jangan menyumbat lubang atau liang. Artinya, seorang wanita hamil tidak boleh mengganggu kehidupan binatang di dalam tanah dengan cara menyumbat lubang atau liangnya yang merupakan pintu keluar masuk binatang itu. Bila wanita hamil selalu tidak menyumbat lubang kehidupan maklhuk lain, maka lubang kehidupannya juga akan terbuka. Dengan demikian, wanita tersebut kelak bakal mudah melahirkan bayinya.

      Keempat, jangan menginjak kotoran binatang. Artinya, seorang wanita hamil harus menjaga agar lingkungan tetap bersih. Dengan lingkungan yang bersih, wanita hamil akan selalu terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh kuman-kuman jahat. Bila wanita hamil selalu sehat, bayi di dalam kandungannya juga akan ikut sehat.

      Kelima, kalau sedang berjalan-jalan melihat conthong, maka lepaslah biting-nya. Artinya, seorang wanita hamil harus belajar melepaskan segala masalah yang dihadapi oleh pribadi atau orang lain. Bila wanita hamil dapat melakukan amalan ini, maka akan diberi kemudhan oleh Tuhan saat melahirkan kelak.

    Sri Wintala Achmad

    Anda mungkin menyukai postingan ini

    1. Untuk menyisipkan sebuah kode gunakan <i rel="pre">code_here</i>
    2. Untuk menyisipkan sebuah quote gunakan <b rel="quote">your_qoute</b>
    3. Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image">url_image_here</i>

    DMCA.com Protection Status

    Page Load Time...